Perusahaan penyedia layanan dan teknologi komunikasi asal Swedia Ericsson menampilkan sebuah laporan tentang kondisi ranah mobile di dunia. Menurut laporan tersebut, saat ini ada sekitar 7,2 miliar langganan mobile (mobile subscription) di seluruh dunia, setelah mendapat penambahan sekitar 180 juta mobile subscription pada kuartal pertama 2015.

Menariknya, Indonesia masuk dalam jajaran lima negara yang memiliki jumlah peningkatanmobile subscription terbanyak selama kuartal tersebut. Negara ini menduduki peringkat keempat dengan berhasil menambah empat juta mobile subscription.

jumlah mobile subscription 2015

Laporan ini juga menyebutkan bahwa dengan pertumbuhan mobile subscription 1,5 persen per kuartal dan 5 persen per tahun, jumlah langganan mobile diproyeksi akan mencapai 9,2 miliar pada tahun 2020. Perlu diingat bahwa jumlah langganan mobile tidak sama dengan jumlah pelanggan mobile. Ini dikarenakan pelanggan bisa jadi memiliki lebih dari satu perangkat. Hingga saat ini, ada sekitar 4,9 miliar pelanggan mobile di seluruh dunia.

6,1 miliar pengguna smartphone di 2020

Masih menurut laporan yang sama, smartphone masih menjadi perangkat yang paling banyak digunakan para pelanggan mobile. Laporan ini memproyeksikan sekitar 85 persenmobile data traffic berasal dari perangkat smartphone.

jumlah smartphone subscription 2015

Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan penetrasi pengguna smartphone, yang diprediksi akan mencapai 6,1 miliar pengguna pada tahun 2020 mendatang. Untuk saat ini, ada sekitar 2,6 miliar pengguna smartphone secara global.

Video makin dominasi mobile data traffic

Dengan semakin meningkatnya penetrasi internet dan perangkat mobile, penggunaanmobile data juga memiliki peningkatan yang signifikan. Menurut laporan ini, penggunaanmobile data meningkat 12 persen per kuartal dan 55 persen per tahunnya. Lalu, untuk apa saja pemakaian mobile data tersebut?

trafik mobile data 2015

Sama seperti kuartal-kuartal sebelumnya, video masih terus mendominasi mobile data traffic. Menurut laporan ini, sebanyak 60 persen penggunaan mobile data dihabiskan untuk konten video. Jumlah trafik data video sendiri diproyeksi akan mengalami peningkatan sebanyak 13 kali lipat pada tahun 2020.

Koneksi internet yang semakin bagus serta ketersediaan perangkat untuk mengakses video menjadi faktor yang menunjang peningkatan tersebut. Selain itu, pengaplikasian konten video di berbagai hal seperti berita, iklan, media sosial, dan layanan lain juga menjadi faktor yang mendorong peningkatan ini.
Sementara itu, media sosial masih menjadi konten yang populer di kalangan pelangganmobile. Media sosial ini masih menduduki peringkat kedua dengan mengambil 15 persen porsi mobile data traffic pada tahun 2014.

Data ini semakin menunjukkan betapa cerahnya masa depan ranah mobileStartup danentrepreneur tentunya tidak ingin melewatkan peluang tersebut. Mengembangkan produk atau layanan yang mobile-friendly bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan. Selain itu, tampaknya konten video juga menawarkan peluang yang menggiurkan. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa startup yang mencoba peruntungannya di ranah ini.

Anda bisa membaca laporan lengkap Mobility Report dari Ericsson di sini.

sumber artikel : https://id.techinasia.com 

sumber gambar: www.huffingtonpost.com