Kerapihan kode memang bukan merupakan hal utama di sisi customer, namun kerapihan kode merupakan sesuatu yang paling penting bagi programmer, terutama jika aplikasi tersebut diteruskan oleh programmer baru.

Jangan Anggap Enteng Kerapihan Kode Anda

Banyak orang berpikir bahwa kerapihan kode program yang dibuat oleh programmer itu tidak terlalu penting, yang penting aplikasi jadi dan berjalan dengan baik, maka pengembangan suatu aplikasi selesai. Banyak customer tertipu dengan visual aplikasi yang begitu cantik namun berisi kode program yang berantakan di dalamnya. Sebetulnya secara aplikasi tidak masalah, lagipula customer tidak perlu tahu isi kode yang ada di dalam aplikasi tersebut. Lantas mengapa hal ini tetap menjadi masalah? Masalah bagi siapa?

Kerapihan kode memang bukan merupakan hal utama di sisi customer, namun kerapihan kode merupakan sesuatu yang paling penting bagi programmer, terutama jika aplikasi tersebut diteruskan oleh programmer baru. Kode yang buruk akan menjadi sebuah nightmare bagi programmer yang melanjutkan pengembangan aplikasi yang tadi berantakan tersebut.

Sudah bukan rahasia umum lagi jika banyak programmer di setiap perusahaan lebih menginginkan aplikasi dirombak ulang dibandingkan dengan mengembangkannya dari yang sudah ada. Sepele memang, namun itulah faktanya jika programmer sudah malas melihat isi kode program yang terlampau kusut. Dia tidak mau melihat kode berantakan yang dikerjakan oleh programmer sebelumnya. Melihat saja tidak mau, apalagi memperbaiki. Dengan dalih ingin mengoptimalkan atau ingin membuat aplikasi memiliki struktur program yang berbeda, programmer baru dapat mengajukan untuk perombakan aplikasi dengan isi program yang dia buat sendiri, dari nol namun berusaha menjadi lebih baik dari program sebelumnya.

Kerapihan kode, standarisasi, kesepakatan dalam membuat struktur/framework dari isi kode program itu penting jika kita bekerja di dalam team. Dengan menggunakan standarisasi kode, setiap programmer dapat menghasilkan kode program dengan style yang sama, sehingga memudahkan maintenance oleh programmer lainnya, bahkan programmer yang baru.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam membuat kode program yang baik antara lain:

  • Struktur kode, bentuk blok kode program yang dibuat, kesepakatan penempatan file dalam direktori, kesepakatan dalam penamaan file, dan sebagainya.
  • Kerapihan kode, tabulasi, style bentuk cabang/bracket dalam kode, dsb.
  • Kesepakatan dalam penamaan variable, fungsi, penamaan class, dan identifier lainnya

Jika kita lakukan beberapa hal di atas dengan baik, maka programmer yang baru tidak terlalu kesulitan jika kita suruh mengembangkan aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Namun hal ini juga harus disertakan dengan training yang rutin terhadap programmer yang akan melanjutkan aplikasi atau melakukan perubahan program. Training dapat berisi penjelasan tentang kesepakatan coding untuk setiap programmer.

Sebagai developer, kita wajib memperhatikan isi kode program. Karena percayalah bahwa ketika kita mengembangkan aplikasi dengan isi program yang readable, itu akan meningkatkan mood kita dalam bercoding. Sebaliknya, dengan melihat isi program yang berantakan, itu akan membuat mood kita buruk, sehingga akan berpikir kembali untuk membuat aplikasi dari awal.

Pengalaman saya sih melihat kode yang berantakan itu membuat saya stress dan membuat jengkel, terutama ke programmer sebelumnya. Obat stressnya adalah dengan membuang kode lama menjadi kode baru, apa itu, perombakan aplikasi, hahaha...

Bagaimana dengan Anda?? :D


About Author

Cecep Yusuf

Hi, my name is Cecep Yusuf. However, in the virtual world I am more likely to use the name Cheyuz, which is an abbreviation of two words "Cecep" and "Yusuf". I am founder of Jagocoding.com, u can view more of me in Cheyuz.com


Comment & Discussions

  • Rian N Herdian
    Jadi minder kang cecep, simkuring kapungkur ge kitu.. apblaptpatak *pabalatak ngoding teh :D

    • Cecep Yusuf

      Haha.. enya eta pisan.. pokokna mah kudu rapih we lah :D


  • Yudi Setiawan
    Iya benar. Saya juga pernah ngalaminnya. Lucunya itu terjadi pada diri saya sendiri. Ketika itu saya buat program Sistem Jadwal Shalat yang sangat sederhana(Aplikasi pertama saya). Setelah 2 bulan, dan saya ingin mengembangkannya eh, tak taunya kok saya malah bingung mau mulai dari mana. Benar - benar kacau.

    • Cecep Yusuf

      Hahaha iya gan...
      Eh gan btw kok belum join ke THR Jagocoding.com?
      Sayang lho kan udah bikin tutorial, tapi belum join.. tutorialnya jadi belum diapprove.


    • Yudi Setiawan

      oya. Hampir lupa. Segera saya daftar.


    • Cecep Yusuf

      Sip gan udah ada :)


  • Agung Mei Prasetyo
    masalah klasik.. syukur2 programmer sebelumnya ngasih mark komentar :D

  • Rifangi
    setuju bang..

  • Imran Nababan
    Sangat setuju, sudah pengalaman juga sih. Projek pengembangan program terakhir yg saya kerjakan adalah merombak isi didalam fungsi-fungsi dan tambah global class didalam fungsinya, jadi tetap menggunakan alur code yang lama tetapi dalaman nya sudah dirombak habis, kebetulan yg bikin program nya masih senior saya dan tidak boleh ubah-ubah class kalau tidak disetujui yg bersangkutan :)

    • Cecep Yusuf

      Ya bang betul..
      Saya juga ada pengalaman nerusin program dari teman yang udah resign, dan alhasil karena codingnya ga bagus, lebih cepat malah dirombak. Sekarang sih di MNC udah dibuat standarisasi coding, biar lebih gampang maintenancenya. :)


    • Imran Nababan

      Bagus itu kalau sudah ada standarisasi codingnya, jadi akan lebih mudah untuk training yang Junior dan melimpahkan kepada yang meneruskan project.


    • Cecep Yusuf

      yup betul sekali, hehehe


  • Yoga C. Pranata
    bisa jadi nightmare :D

  • Irvan Riswanto
    That's True,

  • Please LOGIN before if you want to give the comment.