BismillahirahmanirahimAssalamualaikum wr.wb Alhamdulillah bisa melanjut ke artikel ke 3. Oh iya, sore ini saya membuka website jagocoding, dan menemukan tutorial yang menarik, yaitu Membuat Interface Dinamis Menggunakan FrameLayout yang ditulis oleh Hasyemi Rafsanjani Asyari. Teringat tentang webpage statis dan dinamis, dan saya s...

Mengenal Webpage Statis & Dinamis

Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah bisa melanjut ke artikel ke 3. Oh iya, sore ini saya membuka website jagocoding, dan menemukan tutorial yang menarik, yaitu Membuat Interface Dinamis Menggunakan FrameLayout yang ditulis oleh Hasyemi Rafsanjani Asyari. Teringat tentang webpage statis dan dinamis, dan saya sempat berfikir, bahwa mungkin masih ada yang belum paham atau mengetahui tentang webpage statis dan dinamis. Maka dari itu akan saya bahas disini.

Tipe webpage itu terbagi menjadi 2, berdasarkan aspek interaktivitasnya yaitu statis dan dinamis. Apa itu statis? Apa itu dinamis? Webpage statis itu yang halamannya selalu memiliki tampilan yang sama, saat di akses oleh bermacam macam user. Sementara webpage dinamis itu menghasilkan tampilan yang berbeda beda tergantung kepada kondisi user atau web server.

Tampilan statis, artinya informasi yang ditampilkan kepada user itu selalu sama atau bersifat statis (tidak berubah ubah). Bisa diartikan juga isi dokumen selalu sama. Walaupun sebenarnya lebih sering dipake jaman kuno, namun webpage statis itu memiliki banyak sekali kelebihan.

1. Banyak software yang membantu dalam pembuatan web statis. Dengan cepat, bahkan bagi para pemula pun mudah membuatnya.

2. Cocok disimpan di cache komputer klien, karena isinya akan sama; tidak akan ada yang berbeda sedikitpun

3. Mudah dan cepat di implementasikan; Bahkan oleh orang pemula seperti sebagaimana yang saya katakan pada poin pertama. Dan di webpage statis itu, mudah bagi kita untuk belajar bagaimana cara kerja website dan webpage.

4. Loadingnya ga lelet, performanya bagus, karena tidak memakan banyak resource. Cepat dimuat di browser, dibanding halaman dinamis.

5. Tidak perlu pengaturan yang banyak, bahkan jika kalian bermodalkan web server saja sudah bisa menjalankan webpage statis. Kalo webpage dinamis, harus ada server, terus ada software untuk mem-parsing halaman dsb. Apalagi kalau ada error, webpage dinamis pun langsung hancur :D

Kekurangannya:

1. Sulit membuat webpage yang terkesan up to date. Kenapa? karena bersifat statis. Kalau memang mau up to date, butuh waktu yang saangaaaaat lama dan energi yang banyak :D

2. Menyulitkan maintenance jika ukuran website itu sudah besar

3. Kostumisasi ke pengunjung sulit, karena memerlukan script dinamis jenis client side.

Tipe webpage dinamis itu lebih banyak digunakan saat ini. Tapi karena tipe webpage statis juga memiliki keunggulan yang dibutuhkan oleh beberapa pihak, maka webpage statis pun masih sering digunakan oleh khalayak umum hingga sekarang. Kenapa dinamakan dinamis? Ya, karena tipe web ini bersifat "bbisa berubah", tergantung pada user ataupun server. Bagaimana membuat webpage dinamis?

1. Menggunakan bahasa scripting client side untuk mengatur perilaku dari bagian-bagian tertentu di webpage, yang nantinya akan merespon input ataupun keyboard ataupun mouse yang digerakkan oleh user. Scripting ini dinamakan client side, karena perilaku user sebagai client di browsernya langsung ditangkan dan di respon tanpa harus di proses oleh server. Contoh bahasa pemrogramman yang digunakan untuk client side ini antara lain Javascript dan actionscript yang biasanya memberikan efek di HTML/Flash.

2. Menggunakan bahasa scripting client side untuk mengubah source code yang ditampilkan sehingga memungkinkan webpage memiliki tampilan yang berbeda beda tergantung kepada hasil pengolahan kode program aslinya di server yang telah di parsing oleh software parser di server tersebut

Adapun halaman web dinamis server side biasanya menggunakan bahasa seperti PHP, ASP, ASP.NET, PERL, Ruby on Rails, dsb. Biasanya bahasa bahasa itu menggunakan CGI untuk menghasilkan halaman web dinamis. Dan kedua trik di atas bisa juga dipakai secara bersamaan, jadi ga harus salah satunya saja.

Oke cukup sekian dari saya, semoga paham dengan statis dan dinamis sebelum berlanjut belajar ngoding :D


About Author

Yudhistira Bayu W

Seorang pelajar tampan dan rupawan yang mencoba belajar coding.


Comment & Discussions